Jer Besuki Mowo Beong
Berita , Semua Tentang Magelang / 21 Maret 2017

  Assalamualaikum Beongerss….. Langsung aja ya di mulai besuk tgl 22 s.d 24 Maret 2017 di Lapangan drh Soepardi Sawitan magelang akan di gelar Magelang Food Festival 2017….   Lapangan drh Soepardi lokasi di kelurangan Sawitan…. pas diantara deretan kantor Pemerintahan Kab Magelang di Kota Mungkid… lokasinya cukup mudah di capai kok… bila kamu dari Jogja terus saja ke arah Magelang… setelah Plang arah Borobudur …. ambil terus saja … ketika menemukan Lampu Merah berikutna bersiaplah ambil arah kiri….. terus saja kira-kira 8 Km … Plang Area Magelang Foodfest sudah terlihat….   Janjane sich…. acarnya buanyak sekali, hanya yang spesial buat saya adalah aneka masakan Ikan beong.. buat temen2 yang belum tahu ya…. Beong adalah sejenis ikan sungai nama lainnya bisa Ikan Bawung, Ikan Baong, Ikan baung , Ikan Senggal atau Ikan singgah…. nama terakhir asyilk..ya…. se ayikk kamu yang mau singgah di Blog ini…..   DI Magelang…. kuliner Ikan Beong sangat umum di masak dengan metode pengasapan… di sini dikenal sebagai olahan mangut… apa….. mangut….. jangan Cuma manggut-mangut ya…..   Mangut adalah metode pemasakan Ikan dengan cara di asap…… biasanya dalam penyajian di tambah kuah pedas bersantan…   Metode olahan pangan jenis inilah yang membuat Ikan Beong menemukan nilai…

Romantisme di pasar dan Jajanannya
Cerita , Semua Tentang Magelang / 14 Maret 2017

  Buat saya, hal paling romantis yang bisa dilakukan di hari ahad adalah mengantar istri tamasya ke pasar, saya ga berlebihan … karena ke pasar ta ubahnya adalah perjalanan penuh makna dimana di dalamya terdapat banyak aktifitas bermanfaat…  yang pada akhirnya bisa memberi efek seperti saat kita bertamasya….. membahagiakan.. Berjalan menyusuri lorong pasar bersama istri adalah ejawantah kejantanan kita sebagai seorang suami dimata penduduk pasar, bagaimana tidak….. istri memilih barang yang dibutuhkan, dan saya dengan sabar menunggu sembari menentang tas belanjanya yang berat… sambil melihat-lihat hingar bingar pasar di sekeliling saya….. mungkin sebagian orang melihat saya seperti pengawal pribadi yang siap melumat siapa saja yang mengganggu istri saya…… Tapi alasan sebenarnya adalah saya ndak tega… sungguh ndak tega, jika melihat para wanita menenteng belanjaan yang berat mengelilingi pasar –sambil meringis menahan sakit di jari- sudah begitu sampai dirumah harus mengatur dan menata belanjaan.. dilanjut memasaknya….. dan kita laki-laki hanya membantu menghabiskan makanan itu……. #sungguh mulia kau wanita# Ok…. kita kembali ke moment bahagia itu…….. Dari rangkaian kebahagian itu… kebahagian yang saya akan ceritakan adalah kebahagia saat Istri sampai dirumah… anak-anak menyambut dengan gembira… karena bisanya kami membelikan oleh-oleh makanan ringan khas daerah kami, yang selain murah, alami …. Inshaa Allah…

Memaknai hidup dan mati dengan keceriaan…..

  Senin lalu adalah hari yang mendebarkan buat kami, karena hari itu adalah hari dimana kami berempat mendapat undangan makan bersama di sebuah warung mie godog di pedalaman Muntilan Magelang. Walau mendebarkan nyatanya kami lalui dengan penuh canda, celotehan dan candaan seperti silih berganti hadir seperti hadirnya kamu dalam diriku.. (halah wok..wok)…, kecerian itu hadir tak lain karena Daihatsu Ceria adalah tumpangan kami…. siang itu si Ceria genap menggendong kami yang bila ditotal bisa mencapai 300an Kilogram…. apa?300Kg…. kamu jahat Kaka… kasihankan Cerianya … Ini bukan perkara kasihan-mengkasihani.. ini jelas perkara keceriaan, perkara bagaimana sebuah komunitas bisa menjadi solid dan kuat hanya dengan hadirnya Mie Godog ditengah-tengah kami.       Kami berempat terkadang memang menghabiskan waktu istirahat kami untuk sekedar berkumpul dan melahap apa yang bisa kami lahap, walau berbeda zaman dan generasi kami seperti ta canggung untuk berbagi cerita. Ada Mas Zain seorang pecinta tanaman yang telah puluhan tahun malang melintang didunia pelaporan. Adapula Mas Edi seorang comedian yang berakhlak mulia ,dan Ajeng yang tak lain ta bukan sebagai sumber kecerian diantara kami. Dua nama pertama mewakili generasi diatas kami, generasi orde baru tepatnya dan dua nama terakhir tentu saja adalah generasi kekinian, generasi yang memang hadir dengan…

Buah pepaya tanpa isi

Masih ingat lagu maestro lagu romantis yang tidak pernah lekang dimakan zaman… mas Broery Pesolima beliau begitu terkenal dengan salah satu bait dalam lagunya : Buah semangga ber daun sirih…. Nah .. kali ini saya ini menceritakan tentang buah pepaya tanpa isi Awalnya sayapun kaget, tapi setelah saya perhatikan lagi ternyata isinya yang berpindah… Alhamdulillah sayapun merasa bisa bersedekah ke teman-teman kalong di sekitar desa saya….

Kesegaran itu ada dalam manisnya kuah kupat tahu

Saya ingat sekali, dulu saat SD kelas 2, saat pulang sekolah dan merasakan perih di perut, hal pertama yang terlintas di kepala saya saat itu adalah tahu, cabe, dan bawang putih, kenapa demikian?.. karena memang itulah yang tersedia dapur, dengan cukup menggabungkan ketiga bahan tersebut di tambah sedikit garam, saya bisa begitu menikmati menu makan siang bersama kakak sepupu saya… sederhana bukan Tapi maaf tidak sesederhana itu…. sebelum digabungkan saya mesti mengulek bawang putih, garam dan cabe dahulu, setelah dirasa cukup… masukan tahu kedalamnya dan lauk tahu sambal bawangpun siap dinikmati. Menu tersebut buat saya- saat itu- begitu nikmat dan hanya ada dua alasan bila anak seusia saya tidak menyukai menu tersebut : 1. Selera lidahnya yang terlalu tinggi, 2. Keadaaannya tidak seprihatin saya. Tanpa saya sadari, seiring perjalanan waktu, kolaborasi Tahu ddengan bumbu rempah sangat mempengaruhi kehidupan lidah saya kedepan… setelah begitu menikmati menu tersebut, saya pun berupaya mengeksplorasi makanan dengan tema sejenis…. Dan ternyata … Magelang punya lho.. panganan nikmat dan menyegarkan dengan Tahu sebagai pemikatnya……-ya seperti bunga yang memikat kumbang-……#hadeh mulai dech#. Tahu-sang pemikat itu- di sandingkan dengan kupat (ketupat-red) ditemani sayuran Kol dan tauge ditambah modifikasi irisan bakwan atau gorengan lainnya. Dan bila bahan-bahan tadi sudah…

Dari sini Hidupku di Mulai….
Cerita , Semua Tentang Magelang / 19 Januari 2017

Menghirup udara Magelang… tanpa batas adalah impianku sejak remaja…. ya tanpa dibatasi pas liburan to maksudnya… singkatnya impian itu terwujud.. sejak Januari 2015 Alhamdulillah.. saya bisa bekerja di Magelang, dan itu berarti saya mesti menyiapkan diri untuk tinggal dan menghirup udara Magelang tanpa batas…….

Ketika Pak Roikam Bicara Berkah
Cerpen , Semua Tentang Magelang / 18 Januari 2017

“Tidak habis fikir saya!”, serunya mengagetkanku, membuatku beringsut sedikit ke belakang mengingatkanku akan kisah-kisah drama kehidupan ala Dedi Sutomo aktor kawakan era 80an yang memerankan sosok ayah bijaksana secara totalitas dalam drama Rumah Masa Depan, Drama yang sanggup membuatku rela berjalan jauh untuk menyaksikannya, kala diriku masih terlampau lugu untuk memahami kehidupan. Di desa kami lelaki itu memang dikenal berwajah sangar dan kelam tapi begitu santun juga pekerja keras, walau tinggal berbeda desa, keuletannya termasyur hingga banyak orang kaya di desa kami menggunakan jasanya untuk sekedar membersihkan rumput di halamannya. Pagi itu kekelaman wajahnya ada di hadapanku sekelam pagi yang menggantung hujan, manakala mentari belum sanggup menampakkan wajah terangnya, selimut kabutpun seperti hilir mudik menyelimuti desa berkendara angin sepoi-sepoi. Baju hijau muda bertuliskan merek sebuah obat pembasmi serangga tanaman masih tampak menggantung di dinding rumah itu, baju itu adalah saksi bisu cucuran keringatnya sekaligus kawan akrabnya dalam menghabiskan siang terik sehari-hari di sawah yang bukan miliknya, baju itu menjadi perlambang kegagahannya menaklukan terik panas selain kekelam legaman kulitnya. sedikit suram dan berubah ditengah-tengah obrolan kami, pemicunya adalah pertanyaanku, pertanyaan yang awalnya sekedar pertanyaan pengisi obrolan tetiba sanggup merubah rona wajahnya. Kami masih terdiam beberapa detik selepas pertanyaan “ Pak Roikam…

Perkara berpesan…

njegeges… adalah raut ekspresi menarik buat saya, karena ‘njegeges’ sudah mulai tampak dalam obrolan kami.. itu berarti keceriaan baru akan segera terlahir… dan benar saja, salah satu dari kami berniat menraktir kita berempat, RM Padang sederhana yang ga jauh dari kantor adalah tujuannya… nama rumah makannya juga jujur lho alias namanya mewakili kondisi sebenarnya.. RM Padang bisa diartikan karena lokasinya yang terbuka dan banyak sinar matahari masuk, jadi kalau kita masuk , suasana terang benderang menyelimuti kami (baca: Padang Jingglang)…. nah untuk nama selanjutnya yaitu ‘sederhana’ ndak usah saya jelaskan ya…….. yang jelas beda sama nama yang sama di perkotaan… terasadar ada yang menarik, saya langsung ambil camera di HP… sejurus kemudian saya ditegur….. “Mas .. nek ajeng dahar mbok dungo rumiyen…. ojo malah moto2″ seru Pak Edi… ” Oh maaf Pak, bukan mau moto makanannya tapi ini lho Pak” sambil saya menunjuk stiker yang ada di wadah cendok… Luar biasakan…. ini bukan Iklan, bukan pula promosi….. stiker ini murni untuk mengingatkan kita…. yang buat dan yang nempel…. mudah2an dapat pahala yang banyak ya Pak……. ” Out off the Box”…. Wis…. wis… doa .. terus makan….. mareeeeeeeeeee

Alhamdulillah……
Semua Tentang Magelang , Senyum dulu / 18 Januari 2017

Segala Puji Syukur bagimu ya Allah…… Semangat Pagi!! Teman, Brother, Sedulur dan sohib semuaa….. Setelah sekian nglumpuke semangat nulis yang pernah hilang… Alhamdulillah pagi ini bisa memulai kembali, memulai itu penting karena memulai jare wong bijak bisa membuat perubahan ning alam dunyo hehehe…. -nuwun pangapuntene Mas Bro dan Mbak Sis bila terlalu berat dirasa kata-katanya- toh berat adalah hal lumrah dalam kehidupan ini , paling ndak yang saya rasakan sekaran ini, berat kehidupan terasa sekali saat saya melangkah… ini serius lho.. karena saya termasuk pejantan tangguh yang memikul berat sekitar 1 kwintal, maaf bila saya semangatkan kata ‘tangguh’, bagaimana tidak sudah bertahun-tahun saya tanggung beban ini… tapi Alhamdulillah untaian syukur saya usahakan untuk hadir setiap paginya dan tentu tetap berharap berkurang beban ini…. Bicara berat ndak ada habisnya, hehehe… saatnya bicara ringan.. karena ringan dan berat ternyata hanya berbeda tinggi, kalau ringan kita cukup dijinjing nah kalau berat ya dipikul. Teman, seiring doa semoga tetap dalam kesehatan , saya berharap tulisan awal ini adalah tulisan langkah ‘awal’ dari ratusan bahkan ribuan langkah tulisan yang saya harapkan… dan semoga rasa syukur ini bisa membuat saya terus mencoba menulis…. salam hangat