Memaknai hidup dan mati dengan keceriaan…..

  Senin lalu adalah hari yang mendebarkan buat kami, karena hari itu adalah hari dimana kami berempat mendapat undangan makan bersama di sebuah warung mie godog di pedalaman Muntilan Magelang. Walau mendebarkan nyatanya kami lalui dengan penuh canda, celotehan dan candaan seperti silih berganti hadir seperti hadirnya kamu dalam diriku.. (halah wok..wok)…, kecerian itu hadir tak lain karena Daihatsu Ceria adalah tumpangan kami…. siang itu si Ceria genap menggendong kami yang bila ditotal bisa mencapai 300an Kilogram…. apa?300Kg…. kamu jahat Kaka… kasihankan Cerianya … Ini bukan perkara kasihan-mengkasihani.. ini jelas perkara keceriaan, perkara bagaimana sebuah komunitas bisa menjadi solid dan kuat hanya dengan hadirnya Mie Godog ditengah-tengah kami.       Kami berempat terkadang memang menghabiskan waktu istirahat kami untuk sekedar berkumpul dan melahap apa yang bisa kami lahap, walau berbeda zaman dan generasi kami seperti ta canggung untuk berbagi cerita. Ada Mas Zain seorang pecinta tanaman yang telah puluhan tahun malang melintang didunia pelaporan. Adapula Mas Edi seorang comedian yang berakhlak mulia ,dan Ajeng yang tak lain ta bukan sebagai sumber kecerian diantara kami. Dua nama pertama mewakili generasi diatas kami, generasi orde baru tepatnya dan dua nama terakhir tentu saja adalah generasi kekinian, generasi yang memang hadir dengan…

Buah pepaya tanpa isi

Masih ingat lagu maestro lagu romantis yang tidak pernah lekang dimakan zaman… mas Broery Pesolima beliau begitu terkenal dengan salah satu bait dalam lagunya : Buah semangga ber daun sirih…. Nah .. kali ini saya ini menceritakan tentang buah pepaya tanpa isi Awalnya sayapun kaget, tapi setelah saya perhatikan lagi ternyata isinya yang berpindah… Alhamdulillah sayapun merasa bisa bersedekah ke teman-teman kalong di sekitar desa saya….

Kesegaran itu ada dalam manisnya kuah kupat tahu

Saya ingat sekali, dulu saat SD kelas 2, saat pulang sekolah dan merasakan perih di perut, hal pertama yang terlintas di kepala saya saat itu adalah tahu, cabe, dan bawang putih, kenapa demikian?.. karena memang itulah yang tersedia dapur, dengan cukup menggabungkan ketiga bahan tersebut di tambah sedikit garam, saya bisa begitu menikmati menu makan siang bersama kakak sepupu saya… sederhana bukan Tapi maaf tidak sesederhana itu…. sebelum digabungkan saya mesti mengulek bawang putih, garam dan cabe dahulu, setelah dirasa cukup… masukan tahu kedalamnya dan lauk tahu sambal bawangpun siap dinikmati. Menu tersebut buat saya- saat itu- begitu nikmat dan hanya ada dua alasan bila anak seusia saya tidak menyukai menu tersebut : 1. Selera lidahnya yang terlalu tinggi, 2. Keadaaannya tidak seprihatin saya. Tanpa saya sadari, seiring perjalanan waktu, kolaborasi Tahu ddengan bumbu rempah sangat mempengaruhi kehidupan lidah saya kedepan… setelah begitu menikmati menu tersebut, saya pun berupaya mengeksplorasi makanan dengan tema sejenis…. Dan ternyata … Magelang punya lho.. panganan nikmat dan menyegarkan dengan Tahu sebagai pemikatnya……-ya seperti bunga yang memikat kumbang-……#hadeh mulai dech#. Tahu-sang pemikat itu- di sandingkan dengan kupat (ketupat-red) ditemani sayuran Kol dan tauge ditambah modifikasi irisan bakwan atau gorengan lainnya. Dan bila bahan-bahan tadi sudah…

Perkara berpesan…

njegeges… adalah raut ekspresi menarik buat saya, karena ‘njegeges’ sudah mulai tampak dalam obrolan kami.. itu berarti keceriaan baru akan segera terlahir… dan benar saja, salah satu dari kami berniat menraktir kita berempat, RM Padang sederhana yang ga jauh dari kantor adalah tujuannya… nama rumah makannya juga jujur lho alias namanya mewakili kondisi sebenarnya.. RM Padang bisa diartikan karena lokasinya yang terbuka dan banyak sinar matahari masuk, jadi kalau kita masuk , suasana terang benderang menyelimuti kami (baca: Padang Jingglang)…. nah untuk nama selanjutnya yaitu ‘sederhana’ ndak usah saya jelaskan ya…….. yang jelas beda sama nama yang sama di perkotaan… terasadar ada yang menarik, saya langsung ambil camera di HP… sejurus kemudian saya ditegur….. “Mas .. nek ajeng dahar mbok dungo rumiyen…. ojo malah moto2″ seru Pak Edi… ” Oh maaf Pak, bukan mau moto makanannya tapi ini lho Pak” sambil saya menunjuk stiker yang ada di wadah cendok… Luar biasakan…. ini bukan Iklan, bukan pula promosi….. stiker ini murni untuk mengingatkan kita…. yang buat dan yang nempel…. mudah2an dapat pahala yang banyak ya Pak……. ” Out off the Box”…. Wis…. wis… doa .. terus makan….. mareeeeeeeeeee