Romantisme di pasar dan Jajanannya

14 Maret 2017

 

Buat saya, hal paling romantis yang bisa dilakukan di hari ahad adalah mengantar istri tamasya ke pasar, saya ga berlebihan … karena ke pasar ta ubahnya adalah perjalanan penuh makna dimana di dalamya terdapat banyak aktifitas bermanfaat…  yang pada akhirnya bisa memberi efek seperti saat kita bertamasya….. membahagiakan..

Berjalan menyusuri lorong pasar bersama istri adalah ejawantah kejantanan kita sebagai seorang suami dimata penduduk pasar, bagaimana tidak….. istri memilih barang yang dibutuhkan, dan saya dengan sabar menunggu sembari menentang tas belanjanya yang berat… sambil melihat-lihat hingar bingar pasar di sekeliling saya….. mungkin sebagian orang melihat saya seperti pengawal pribadi yang siap melumat siapa saja yang mengganggu istri saya……

Tapi alasan sebenarnya adalah saya ndak tega… sungguh ndak tega, jika melihat para wanita menenteng belanjaan yang berat mengelilingi pasar –sambil meringis menahan sakit di jari- sudah begitu sampai dirumah harus mengatur dan menata belanjaan.. dilanjut memasaknya….. dan kita laki-laki hanya membantu menghabiskan makanan itu……. #sungguh mulia kau wanita#

Ok…. kita kembali ke moment bahagia itu……..

Dari rangkaian kebahagian itu… kebahagian yang saya akan ceritakan adalah kebahagia saat Istri sampai dirumah… anak-anak menyambut dengan gembira… karena bisanya kami membelikan oleh-oleh makanan ringan khas daerah kami, yang selain murah, alami …. Inshaa Allah halal.

Makanan ringan apakah itu…. mari kita bahas satu-persatu.. oleh-oleh pasar ahad pagi itu

  1. Brondong

Nah brondong ini begitu spesial karena gula sebagai pemanisnya adalah gula aren alias gula jawa , dan dibuat dari bahan dasar nasi. saya sudah mengenalnya sejak saya kecil, dan entah mulai sejak kapan makanan ini ada yang jelas kehadirannya sudah membuat kenangan masa kecil tertarik kembali.

  1. Apem

Panganan ini konon khabarnya berasal dari Klaten Jawa Tengah, dan sudah ada sejak zaman kolonial dulu, selain murah panganan ini begitu enak, empuk, ringan dan bila kamu memakannya lebih dari satu saya jamin rasa lapar yang menerpa sebentar akan berlalu.

  1. Gelek wijen

 

Kalau kamu melihatnya, mungkin akan berbeda namanya dengan yang ada di daerahmu. Di daerah kami, kami biasa menyebutnya dengan ‘gelek’, panganan ringan namun memberatkan di perut, sekali makan terasa sekali mengenyangkan, ditabur dengan wijen, panganan ini begitu menggugah selera… terutama selera anak kebanyakan penggemar jajanan pasar seperti saya. Satu hal .. untuk mendapatkan gelek yang enak ada ciri khusus…. tipsnya adalah pilih gelek dengan jumlah wijen ganjil… dijamin enak…

  1. Roti Kering

Panganan ini adalah panganan klasik yang saat ini banyak muncul dengan aneka modifikasi. Walau begitu saya masih suka yang model klasik tanpa modif, dengan citarasa asli roti tawar yang di keringkan. Saya suka karena panganan ini akan semakin nikmat bila disantap berbarengan dengan kita menyruput teh hangat manis, apalagi bila saya kombinasikan dengan jahe hangat…..wah bisa membuat hari anda semakin sumringah…….mantab.

 

Itulah sajian oleh-oleh ringan Istri saya dari pasar….. walau sederhana dan murah sudah cukup kami syukuri…. seperti saya mensyukuri teman-teman semua yang bersedia membacanya.. apalagi ikut memburu panganan sederhana alias jajanan pasar itu… tidak peuduli jenis dan  modelnya…. buat saya bila kamu membelinya…. dan dengan membelinya kamu telah berkontribusi aktif pada ekonomi kerakyatan…. dan menunjukkan keberpihakkan kamu pada rakyat……#koyo orasi ae yo#

2 Komentar

  • Jon 15 Maret 2017pada8:21 am

    ah apem……….. yang sekarang kok rasanya seperti biasa saja ya mas….. mungkin karena lidah ini dah terbiasa dengan pizza……. wkkkkkkkkkkkkkk

    • admin 15 Maret 2017pada8:25 am

      halah gayamu Jon….jon…… hahahaha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *