Dari sini Hidupku di Mulai….
Cerita , Semua Tentang Magelang / 19 Januari 2017

Menghirup udara Magelang… tanpa batas adalah impianku sejak remaja…. ya tanpa dibatasi pas liburan to maksudnya… singkatnya impian itu terwujud.. sejak Januari 2015 Alhamdulillah.. saya bisa bekerja di Magelang, dan itu berarti saya mesti menyiapkan diri untuk tinggal dan menghirup udara Magelang tanpa batas…….

Ketika Pak Roikam Bicara Berkah
Cerpen , Semua Tentang Magelang / 18 Januari 2017

“Tidak habis fikir saya!”, serunya mengagetkanku, membuatku beringsut sedikit ke belakang mengingatkanku akan kisah-kisah drama kehidupan ala Dedi Sutomo aktor kawakan era 80an yang memerankan sosok ayah bijaksana secara totalitas dalam drama Rumah Masa Depan, Drama yang sanggup membuatku rela berjalan jauh untuk menyaksikannya, kala diriku masih terlampau lugu untuk memahami kehidupan. Di desa kami lelaki itu memang dikenal berwajah sangar dan kelam tapi begitu santun juga pekerja keras, walau tinggal berbeda desa, keuletannya termasyur hingga banyak orang kaya di desa kami menggunakan jasanya untuk sekedar membersihkan rumput di halamannya. Pagi itu kekelaman wajahnya ada di hadapanku sekelam pagi yang menggantung hujan, manakala mentari belum sanggup menampakkan wajah terangnya, selimut kabutpun seperti hilir mudik menyelimuti desa berkendara angin sepoi-sepoi. Baju hijau muda bertuliskan merek sebuah obat pembasmi serangga tanaman masih tampak menggantung di dinding rumah itu, baju itu adalah saksi bisu cucuran keringatnya sekaligus kawan akrabnya dalam menghabiskan siang terik sehari-hari di sawah yang bukan miliknya, baju itu menjadi perlambang kegagahannya menaklukan terik panas selain kekelam legaman kulitnya. sedikit suram dan berubah ditengah-tengah obrolan kami, pemicunya adalah pertanyaanku, pertanyaan yang awalnya sekedar pertanyaan pengisi obrolan tetiba sanggup merubah rona wajahnya. Kami masih terdiam beberapa detik selepas pertanyaan “ Pak Roikam…

Perkara berpesan…

njegeges… adalah raut ekspresi menarik buat saya, karena ‘njegeges’ sudah mulai tampak dalam obrolan kami.. itu berarti keceriaan baru akan segera terlahir… dan benar saja, salah satu dari kami berniat menraktir kita berempat, RM Padang sederhana yang ga jauh dari kantor adalah tujuannya… nama rumah makannya juga jujur lho alias namanya mewakili kondisi sebenarnya.. RM Padang bisa diartikan karena lokasinya yang terbuka dan banyak sinar matahari masuk, jadi kalau kita masuk , suasana terang benderang menyelimuti kami (baca: Padang Jingglang)…. nah untuk nama selanjutnya yaitu ‘sederhana’ ndak usah saya jelaskan ya…….. yang jelas beda sama nama yang sama di perkotaan… terasadar ada yang menarik, saya langsung ambil camera di HP… sejurus kemudian saya ditegur….. “Mas .. nek ajeng dahar mbok dungo rumiyen…. ojo malah moto2″ seru Pak Edi… ” Oh maaf Pak, bukan mau moto makanannya tapi ini lho Pak” sambil saya menunjuk stiker yang ada di wadah cendok… Luar biasakan…. ini bukan Iklan, bukan pula promosi….. stiker ini murni untuk mengingatkan kita…. yang buat dan yang nempel…. mudah2an dapat pahala yang banyak ya Pak……. ” Out off the Box”…. Wis…. wis… doa .. terus makan….. mareeeeeeeeeee

sebuah catatan
Rada Serius / 18 Januari 2017

Catatan biasanya dilakukan dengan mencatat kalau melompat pastilah namanya lompatan, tapi saya tidak membahas sampe sedetail itu, saya hanya ingin mengajak sohib semua untuk rajin mencatat apalagi buat yang masih kuliah, belajar dari masa lalu -dah tua dong Om- saat kuliah dulu, karena malas mencatat justru mendatangkan rejeki buat bakul fotocopy..hehehe

Alhamdulillah……
Semua Tentang Magelang , Senyum dulu / 18 Januari 2017

Segala Puji Syukur bagimu ya Allah…… Semangat Pagi!! Teman, Brother, Sedulur dan sohib semuaa….. Setelah sekian nglumpuke semangat nulis yang pernah hilang… Alhamdulillah pagi ini bisa memulai kembali, memulai itu penting karena memulai jare wong bijak bisa membuat perubahan ning alam dunyo hehehe…. -nuwun pangapuntene Mas Bro dan Mbak Sis bila terlalu berat dirasa kata-katanya- toh berat adalah hal lumrah dalam kehidupan ini , paling ndak yang saya rasakan sekaran ini, berat kehidupan terasa sekali saat saya melangkah… ini serius lho.. karena saya termasuk pejantan tangguh yang memikul berat sekitar 1 kwintal, maaf bila saya semangatkan kata ‘tangguh’, bagaimana tidak sudah bertahun-tahun saya tanggung beban ini… tapi Alhamdulillah untaian syukur saya usahakan untuk hadir setiap paginya dan tentu tetap berharap berkurang beban ini…. Bicara berat ndak ada habisnya, hehehe… saatnya bicara ringan.. karena ringan dan berat ternyata hanya berbeda tinggi, kalau ringan kita cukup dijinjing nah kalau berat ya dipikul. Teman, seiring doa semoga tetap dalam kesehatan , saya berharap tulisan awal ini adalah tulisan langkah ‘awal’ dari ratusan bahkan ribuan langkah tulisan yang saya harapkan… dan semoga rasa syukur ini bisa membuat saya terus mencoba menulis…. salam hangat